Wana Wisata Goa Pindul : Wisata Murah Pemacu Adrenaline

Setelah terpuaskan mencicipi kekayaan kuliner yang ada di Gunungkidul, seperti : belalang goreng, thiwul, nasi merah sampai sayur lombok ijo dan mie godhog, akhir Desember lalu saya kembali mengunjungi kabupaten yang memiliki sekitar 460 gua karst ini. Awal ketika menyusun itinerari sih gak ada kata Gunungkidul di dalam daftar kunjungan. Yang ingin saya lakukan saat long wiken kala itu adalah kembali merasakan keseruan naik kereta ekonomi ke Jogja. Gak tau juga kenapa memilih Jogja, mungkin saya sudah jatuh hati dengan kota yang bener-bener njawani ini… Ditanya mau kemana aja pas disana juga bingung, saya cuma pengen muter-muter geje di seputaran Malioboro, makan di angkringan dan nongkrong di Alkid pas malam hari ngeliat hiruk pikuk Jogja. Sudah itu doank, selebihnya saya ngikut sajalah apa kata travelmates, hehehe…

Beberapa hari sebelum berangkat, si Aaron, salah seorang travelmate, ngajak cave tubing di Gunungkidul. Oke fine, karena saya belum pernah nyoba dan hanya bisa sok-sokan ngiler setiap kali mendengar cerita mengenai tubing di Gunungkidul, akhirnya sayapun mengiyakan ajakan tersebut. Oiya, ada satu lagi yang bikin saya langsung jawab oke. Setelah si Aaron nanya ke salah satu pengelola, ongkosnya murah men! Gak sampe ratusan ribu seperti yang saya pikir sebelumnya. Hahay! Menurut pengamatan tak mendasar saya, harga segitu worth it lah ya, pake banget! FYI, saat itu saya hanya butuh Rp 25 ribu untuk cave tubing di Goa Pindul dan Rp 35 ribu untuk river tubing di Kali Oyo, Gunungkidul. Setelah tergiur dari penawaran promo by email, akhirnya kita deal dengan salah satu pengelola wisata Pindul.

DSC_2394

Setelah sampai di Jogja menggunakan bus malam, berhubung tiket ekonomi kereta Logawa abis hingga awal tahun baru, saya dan tiga orang sahabat segera meluncur ke Gunungkidul. Berbekal motor sewaan dan GPS di hengpon, kami beriringan menuju Gunungkidul di selatan Kota Jogja. Oke, sepanjang perjalanan masih bertanya-tanya dimana lokasi tubing kali ini. Tapi operator yang kami pilih begitu profesional, mereka mengutus seorang menjemput kami di pertigaan Wonosari dan menggiring hingga menuju base camp mereka di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul.

Sesampainya di starting point, ternyata terdapat beberapa operator yang mengelola wisata Pindul dan semuanya dilakukan oleh penduduk lokal. Mulai dari pemilik, tukang parkir sampai guide yang akan mendampingi setiap peserta menyusuri kegelapan Goa Pindul ataupun bersantai mengarungi Kali Oyo. Masyarakat yang dulunya hidup “seadanya”, kini mulai memperbaiki standar kehidupan mereka. Beberapa servispun mereka sediakan untuk lebih memikat wisatawan. Selain aktivitas outdoor seperti cave tubing Goa Pindul, river tubing Kali Oyo ataupun caving di Goa Glatik, operator juga menawarkan paket hiburan rakyat hingga kuliner tradisional setempat.

New Folder12

Nah, lanjut ke misi utama yaitu basah-basahan, setelah menyelesaikan pembayaran, saya dan tiga orang travelmates “dikasih” seorang guide, lifevest dan ban pelampung. Pertama sih bakalan melihat lebih deket stalagtit dan stalagmit yang ada di Goa Pindul. Setelah briefing sebentar dan jalan kaki menuruni jalan dengan surface tanah berbatu, sampailah kita di mulut goa.

Goa Pindul ini adalah goa kapur yang di dalamnya dialiri sungai. Kita akan diajak untuk menyusuri sungai dan melihat berbagai ornamen khas goa dengan menggunakan ban dalam. Panjang goa yang akan dilalui peserta tubing ini adalah sekitar 350 meter dan memakan waktu kurang lebih 45-60 menit. Nah, sepanjang perjalanan, si pemandu akan menggiring kita dan menjelaskan segala sesuatunya tentang Goa Pindul.

New Folder13

“Di dalam ngapain aja Ndre?!”

Well, kita akan menyusur goa, mulai dari zona terang yang masih banyak sinar matahari, zona remang-remang, hingga ke dalam zona gelap abadi, dimana tidak ada seberkas sinarpun yang menyinari area ini. Takut?! Gak perlu khawatir, karena pemandu menggunakan headlamp dan akan setia menggiring ban-ban yang dinaiki peserta tour. Suguhan berbagai bentuk stalagtit dan stalagmit juga menarik untuk dinikmati. Mulai dari ukuran kecil, hingga segede tiang yang tumbuh di tengah-tengah lintasan. Mulai dari yang biasa aja, sampai yang cantik layaknya kristal karena stalagtit tersebut berpendar kelap-kelip setiap kali terkena pancaran sinar.

DSC_2496

DSC_2490

Untuk lebih memberi warna tour Goa Pindul ini, di beberapa spot pemandu akan menjelaskan tentang sejarah dan kepercayaan yang diyakini masyarakat setempat. Seperti ada stalagmit berbentuk mirip kelamin pria yang diyakini siapa saja pria yang menyentuh stalagmit tersebut akan menjadi seorang yang subur. Lain lagi stalagmit yang dikhususkan bagi wanita, karena siapa saja yang menyentuh itu akan awet muda. Percaya gak percaya sih ya, tapi menarik untuk diikuti dan dipercayai, hehehe…

Belum cukup disitu, ketika memasuki zona gelap abadi, kita akan diajak berhenti sejenak dan berdoa memanjatkan permintaan. Kenapa?! Karena disana konon ada seorang pemuka agama yang memilih lokasi ini menjadi tempat bertapanya. Memang sih, di dinding goa ada sebuah ceruk yang bisa dijadikan lokasi bersemedi. Widih, bisa bayangin kan, keadaan gelap total, sunyi, hanya terdengar suara kecipak-kecipuk air yang beradu dengan batuan, membuat suasana saat itu bener-bener magis, hiiiihh…

DSC_2514

Setelah keluar dari zona gelap abadi, kita (lagi-lagi) akan disuguhi pemandangan goa yang elok. Ada sebuah lubang gede di atas goa dan ketika pancaran sinar matahari masuk, widdiiiihhhh… keren! Di lokasi ini pula kita diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan diri. Yang saya maksud adalah berenang, bernarsis ria dan mencoba keberanian dengan loncat dari pinggiran goa. Trust me, it was totally awesome men! (apa saya yang katrok ya?! Lol). Main loncat-loncatan itu bikin nagih, hahaha… Pun begitu dengan berenang nyantai sambil menghadap ke atap goa, wuhh… Very very relaxing!

DSC_2533

Puas dengan bermain-main di penghujung mulut goa itu, kami melanjutkan keseruan dengan tubing di Kali Oyo. Menuju lokasinya sih kita diharuskan berjalan menyusuri pematang sawah dan dilanjutkan dengan naik mobil pick up. Pemandangan sekitar ijo! Jalanan berbatu, sawah dan perkebunan pohon minyak kayu putih akan setia menemani perjalanan.

DSC_2540

DSC_2543

Arus Kali Oyo saat itu juga gak deres-deres amat, jeram hanya ada di awal track. Gak tahu juga sih kalo kesini pas musim ujan. Nah, di trip ini kita akan diajak merasakan ketenangan air sungai yang kanan kirinya terdapat tebing kapur dengan motif menarik. Panjang lintasannya sekitar 1 – 1,5 km yang membutuhkan waktu kurang lebih antara 1-2 jam. Sekilas sih seperti sedang mencoba wahana lazy river di kolam air modern. Tenang dan panas! Hahaha… Ya, ketika berada di tengah aliran sungai, matahari begitu menyengat karena gak ada pohon yang menaungi. Jadi siap-siap sunblock dengan SPV tinggi buat kalian yang anti-hitam! Lol!

DSC_2553

 

DSC_2559

Di tengah perjalanan, kita akan berhenti, lagi-lagi diajak seseruan sama si pemandu. Seseruan yang bagaimana?! Disana ada sebuah air terjun mini yang kece dijadikan background foto narsis. Selain itu, di antara dua tebing ada sebuah jembatan kayu sederhana. Nah, buat yang bernyali lebih, bisa mencoba loncat dari atas jembatan itu, tingginya sih sekitar 5-6 meter dari atas permukaan sungai.

DSC_2585

DSC_2602

Masih dirasa kurang tinggi dan menantang?! Tenang, jangan syedihhh… Di sisi sebelah kiri ada papan kayu yang sengaja dibuat oleh pengelola wisata ini untuk dijadikan ajang bermain para pengunjung. Sama seperti jembatan tadi, kamu bisa loncat dari papan kayu itu. Tingginya?! Sekitar 9 meter!! Buseeettt…! Ya, saya yang saat itu sok-sokan berani di awal berhasil dibikin malu saat berada di atas. Ketika dua orang sahabat sudah berhasil nyebur ke sungai, saya dan seorang sahabat lainnya masih susssaaaahhh mengumpulkan nyali buat loncat ke bawah. Ngeliat dasar sungai yang berada jauh di bawah, bikin kaki gemeter dan jantung berdegup kenceng! Wuft, ditambah lagi celetukan dari pengunjung lain semakin bikin hati panas, hahaha… Karena gak tahan malu, akhirnya saya nekat. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk memberanikan diri dan akhirnyaaaaa…. wuzzzz…! Jantung serasa tertinggal di atas ketika saya terjun, pun begitu dengan durasi. Jarak 9 meter itu berasa lamaaaaaa….! Seketika itu juga suasana sekitar mendadak sunyi. Saya gak mendengar suara apapun, hahaha… Tapi syukurlah saya berhasil melawan ketakutan dan mendarat di sungai dengan posisi wajar! Bagaimana temen saya yang masih tertinggal di atas?! Akhirnya dia menjadi bulan-bulanan karena gak berani terjun dan kembali ke sungai melalui track yang sama ketika naik! Hahaha…

DSC_2628

Nah, itulah keseruan selama setengah hari tubing di Goa Pindul dan Kali Oyo. Selepas kembali ke base camp sudah tersedia wedang jahe untuk menghangatkan badan. Well, mau wisata murah tapi seru?! Wisata Goa Pindul layak untuk kamu kunjungi…

Tags: ,

Author:Andreas Setiawan

Seorang banker yang doyan makan, hobi ngayap dan bengong-bengong bego menikmati sunset.

11 Responses to “Wana Wisata Goa Pindul : Wisata Murah Pemacu Adrenaline”

  1. Maret 2, 2013 at 10:37 AM #

    Wow… Sy sudah sampai gua pindul… Tp gk bnyk fotonya sbb hujan T___T

  2. Maret 2, 2013 at 12:58 PM #

    seru bangeeet… jadi pengen kesana

  3. Maret 7, 2013 at 5:32 AM #

    aaah..baru baca ini..dan mupeng….tapi klo tubing ada sih di songgon..yg bikin mupeng Goa nya…

    • Maret 7, 2013 at 10:23 AM #

      di songgon saya malah belom nyoba, padahal deket dari Jember! Ayok tubing di songgon…!! :D

  4. tyas
    Juni 17, 2013 at 2:29 PM #

    mas Andre, mo tanya, wktu ke goa pindul pake pengelola yg mana yaa? kok bisa dpt murah yaa. krn aku baca d internet, pengelola yg lain hargane lebih dr itu.. makasih

  5. Juli 23, 2013 at 10:54 AM #

    Terimakasih telah mengulas wisata goa pindul, monggo berkunjung lagi mas bro diajakin temen temenya,:) kami siap melayani anda…

  6. tiana
    Oktober 14, 2013 at 9:31 AM #

    hi there andre… those are good pictures.. i went there before….and got my back pants wet! hahaha…. indonesia has so many hidden paradise :)

    • Oktober 15, 2013 at 10:41 AM #

      thank you Tiana! :D Did you try to jump into the river?! It was scary but very interesting! LoL

Leave a Reply