Pizza Wina : Sebuah Kerinduan Masa Kecil

Terkadang makanan atau minuman yang menjadi pilihan kita bukanlah sesuatu yang terasa lazis di lidah atau laris diburu banyak orang, namun cerita di baliknya mungkin bisa menjadikan kuliner tersebut begitu istimewa.

20121227_194636

Malam itu, ketika stalking TL Twitter, ada satu tweet yang bikin saya kangen mendadak. Sebuah tweet yang diposting oleh seorang sahabat lama (@anggraeniiii_) dimana dia lagi pengen beli Pizza Wina, salah satu toko roti terlama yang ada di Jember ini.

Lhah, kok bisa kangen mendadak ndre?! Iya, pizza yang dijual di Toko Roti Wina itu adalah salah satu roti kesenengan saya pas jaman SD akhir dan SMP. Lamaaaaa banget gak pernah beli pizza itu lagi, even sering lewat di depannya. Gak tau kenapa, jenis roti dan cemilan malam yang semakin beragam mampu mengalihkan perhatian saya terhadap Wina. Dulu sih sering dibeliin nyokap. Naik becak panas-panas berdua lewat Johar Plasa, satu-satunya supermarket di Jember saat itu. Mungkin tiga belas tahun yang lalu…

20121227_195309

Gak ada yang spesial sih sebenernya dengan pizza Wina ini. Dibilang pizza bukan, tapi kalo dibilang roti penampankannya kok mirip pizza. Nah lo bingung kan?! Hahaha… Atau boleh saya bilang ini roti daging?! Ijinkan saya mendeskripsikan wujud pizza Wina ini. Pizza ini mungkin yang pertama hadir di Jember, jauh sebelum ada brand pizza ala-ala atau Pizza Hut sekalipun. Bahannya simpel dan minimalis. Roti bunder yang di atasnya dilapisi saus tomat yang kemudian diberi taburan daging cincang, irisan jamur kancing, kacang polong, nanas, acar, bawang bombay dan keju. Udah itu doank. Simpel kan ya?!

20121227_194717

Nah, karena malam dimana saya membaca tweet itu Jember diguyur hujan deres plus ada janji dengan seorang kerabat, maka saya baru bisa beli pizza tersebut keesokan malamnya.

Sesampainya di toko Wina, saya hanya melihat seorang pengunjung yang sedang menikmati pesanannya. Tampak seorang mbak pelayan yang wajahnya sudah gak asing lagi bagi saya. Beberapa tahun lalu, si mbak sudah bekerja menjadi peracik pizza disana. Sekilas, bagaikan masuk mesin waktu. Lemari kaca tempat meletakkan segala jenis bahan racikan masih sama seperti belasan tahun yang lalu. Pun begitu dengan tata letak serta baskom-baskom kecil yang terbuat dari aluminium tetap seperti dulu. Bener-bener memorable sih, khususnya untuk saya pribadi. Bayangan masa kecil yang menyenangkan langsung terlintas di pandangan.

Rasanya gimana ndre?! Hmm… masih sama sih. Roti yang empuk bercampur dengan asemnya saus, irisan nanas dan acar. Ditambah dengan gurihnya daging cincang, hmmm… cukuplah untuk menuntaskan rasa kangen saya akan jajanan masa kecil, hehehe…

20121227_201016

Buat kalian yang pengen mencicipi pizza seharga Rp 15.000 ini, sok silahkan berkunjung ke Toko Roti Wina yang ada di Jl. Diponegoro 47 Jember. FYI, kalian bisa request toppingnya lhoh, mau pedes atau gak, banyak acar atau gak, atau yang lainnya. Salam kuliner!

 

Toko Roti WINA

Jl. Diponegoro 47 Jember

Telp. (0331) 487734, Fax (0331) 422635

Jam buka 07.00-21.15 WIB

Tags: ,

Author:Andreas Setiawan

Seorang banker yang doyan makan, hobi ngayap dan bengong-bengong bego menikmati sunset.

4 Responses to “Pizza Wina : Sebuah Kerinduan Masa Kecil”

  1. Desember 29, 2012 at 2:52 PM #

    Aku juga suka pizza Wina. Jaman masih kecil juga sering dibeliin papa pizza ini…

  2. Desember 29, 2012 at 6:27 PM #

    kudu cuss beli nih,, btw ukuranny besar gak ??

Leave a Reply